Cara Memakmurkan Masjid Sesuai Sunnah, Dimulai Dari Hal-hal Sederhana

memakmurkan masjid, karpet masjid
Memakmurkan Masjid Dengan Sedekah Karpet

Ada sebuah pertanyaan, lebih mudah mana membangun masjid atau memakmurkan masjid? Tentunya pekerjaan membangun masjid lebih mudah karena hanya dilakukan satu kali. Sedangkan memakmurkan masjid harus dilakukan secara istiqomah dan berkelanjutan. Kemudian muncul pertanyaan bagaimanakah cara memakmurkan masjid Sesuai Sunnah? Bagaimana bentuk cara memakmurkan masjid di era sekarang ini? Era di mana banyak aktifitas ibadah mulai dibatasi. Era ketika orang lebih sibuk oleh hal-hal keduniawian.

Tentunya tugas untuk memakmurkan masjid  bukan semata menjadi tanggung jawab Takmir Masjid, melainkan segenap umat Islam yang berada di sekitar masjid tersebut. Fungsi utama takmir masjid adalah untuk memfasilitasi, dan memimpin setiap agenda kemakmuran masjid. Umatlah yang harus berinisiatif untuk membuat masjid kembali menjadi pusat kegiatan umat Islam. Mungkin banyak dari kita yang mengeluhkan minimnya agenda sosial keagamaan di masjid saat ini. Tidak bisa semata-mata ini menjadi kesalahan dari takmir. Umat harus menjawab pertanyaan tentang memakmurkan masjid.

Baca juga : Cara Memotong Karpet Masjid

Keutamaan Memakmurkan Masjid telah tertera dalam Hadits Nabi yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim

Banyak hadits nabi telah menyinggung tentang keutamaan memakmurkan masjid. Hadits sebagai pegangan umat Islam ternyata menyimpan banyak khasanah mengenai panduan memakmurkan masjid. Hadits ini ditujukan untuk semua umat Islam tanpa terkecuali. Salah satu hadits tentang memakmurkan masjid adalah riwayat Imam Bukhari dan Muslim, yang berbunyi, “Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat perlindungan Allah SWT pada hari ketika tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. Mereka adalah, pemimpin yang adil; pemuda yang selalu beribadah kepada Allah SWT; seseorang yang selalu terikat hatinya ke masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni mereka bersatu dan berpisah karena-Nya; seseorang yang ketika dibujuk oleh perempuan cantik dan berkedudukan (untuk berzina), tetapi pria itu berkata ‘saya takut kepada Allah SWT’; seseorang yang beribadah secara sembunyi-sembunyi; dan seseorang yang mengingat Allah di tempat yang sepi sehingga mencucurkan air mata (karena ingat dosa-dosa).”

Zaman sekarang memang susah mengikatkan hati kepada masjid, seperti yang tersebut pada hadits di atas. Namun Allah kembali menjanjikan sesuatu kepada umat Islam yang mau memakmurkan masjid. Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah berfirman “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, sesungguhnya Aku bermaksud akan menurunkan siksa kepada penduduk bumi, tapi ketika Aku melihat penghuninya sedang memakmurkan rumah-Ku (masjid), saling mengasihi sesama mereka karena Aku, selalu melakukan istighfar kepada-Ku di waktu sahur, maka Aku palingkan siksaan itu dari mereka.”

Fiqih memakmurkan masjid harus kita revitalisasi kembali

Fiqih memakmurkan masjid yang telah yang tersebut dalam hadits-hadits di atas ternyata memang sangat relevan dengan kondisi masjid saat ini yang sepi dan minim aktifitas sosial keagamaan. Tentunya fiqih memakmurkan masjid harus kita revitalisasi kembali dalam cara-cara yang mudah dan sederhana. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya sederhana ini dapat melatih umat Islam dan masyarakat di sekitar masjid untuk berkenalan dengan keutamaan memakmurkan masjid. Apabila masyarakat sekitar masjid telah mengetahui keutamaan memakmurkan masjid akan membuat tugas seorang takmir menjadi lebih mudah. Kegiatan keumatan kini tidak lagi bersifat top down (dari atas ke bawah), melainkan bottom up (dari bawah ke atas). Inisiatif akan datang sendiri dari masyarakat manakala mereka telah terlatih untuk memakmurkan masjid.

Tulisan ini akan membahas mengenai contoh contoh memakmurkan masjid dengan cara yang sederhana namun melibatkan segenap umat Islam di sekitar masjid. Cara cara memakmurkan masjid sunnah ini tentunya bisa kita terapkan melalui pembiasaan kepada masyarakat agar tidak menimbulkaan keengganan mereka. Berikut ini adalah 3 cara memakmurkan masjid sesuai sunnah ;

Berikut adalah 3 cara memakmurkan masjid sesuai sunnah

  • Rutin Adakan Sosialisasi di Masjid

Musim pandemi covid membuat sebagian banyak orang membutuhkan informasi yang akurat terkait kesehatan. Kesimpang siuran informasi di internet terkadang membuat orang lebih memilih mendengar info langsung dari orang yang terpercaya. Menghadapi musim Covid-19 di tahun 2021, kita bisa menggaet pihak puskesmas atau Rumah Sakit untuk mengadakan sosialisasi di masjid dengan materi tentang pentingnya protokol kesehatan dan sosialisasi lainnya, seperti penguburan jenazah sesuai protokol Covid. Masjid harus menjadi episentrum bagi informasi-informasi semacam ini. Beberapa bulan lalu media sempat heboh oleh kasus penjemputan paksa jenazah pasien Covid. Semua itu terjadi karena adanya kesalahpahaman antara tenaga kesehatan dengan masyarakat. Oleh karena itu masjid harus menjadi tempat pembelajaran massa. Masjid dalam sejarahnya tidak melulu untuk tempat ibadah, ada kalanya masjid menjadi tempat perencanaan strategi perang. Kali ini masjid harus menjadi tameng utama untuk menghadapi virus Corona. Semoga.

  • Jadwalkan Bersih Masjid tiap Hari Jumat atau Minggu

Masa pandemic covid ini menuntut segenap umat Islam di sekitar masjid bahu membahu untuk menjaga higienitas tempat ibadah. Takmir harus mampu menjadwal secara rutin tiap anggota masyarakat untuk gotong royong membersihkan masjid tercinta, seperti dengan cara penyemprotan desinfektan, sterilisasi karpet masjid, serta pengetatan protokol kesehatan.

Kegiatan-kegiatan yang melibatkan warga ini akan melatih umat untuk bahu-membahu menuntaskan pandemi. Melalui kegiatan ini, warga akan semakin turut berkontribusi dalam memakmurkan masjid. Masjid yang steril dan terjaga kebersihannya setiap saat akan memberi keamaan bagi orang yang sedang beribadah.

Menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman. Begitulah kutipan dari hadits Nabi. Kebersihan masjid bukan sekadar tanggung jawab takmir, melainkan seluruh warga masyarakat yang menghidupi masjid. Pekerjaan membersihakan masjid saat ini merupakan tugas yang berat, oleh karenanya kita membutuhkan bantuan semua pihak.

Baca Juga : Metode Cepat Membaca Al qur’an

Kisah Mbah Bolong dan Kemakmuran Masjid

Ada kisah tentang seorang laki-laki tua yang istiqomah membersihkan Masjid Ampel di Surabaya. Kisah ini terjadi di zaman kewalian dan turun temurun menjadi kisah epik hingga hari ini. Sebuah kisah tentang memakmurkan masjid. Kisah ini bercerita tentang sosok Mbah Soleh. Makam beliau terletak di sekitaran Masjid Ampel Surabaya. Tidak tanggung-tangguh makamnya berjumlah Sembilan. Beliau adalah orang yang terpercaya menjadi tukang sapu di Masjid Ampel. Tidak ada yang menandingi Mbah Soleh soal kebersihan masjid. Hasil sapuan Mbah Soleh sangat bersih, bahkan tidak ada sebutir debu pun yang tersisa. Maka ketika mbah Soleh meninggal banyak orang yang merasa kehilangan. Karena itulah konon mbah Soleh hidup kembali atas izin Allah, lalu menjadi tukang sapu lagi di masjid tersebut. Kisah itu berulang Sembilan kali, sehingga jumlah makam beliau ada Sembilan buah.

Kisah di atas dapat menjadi pelecut semangat kita untuk memakmurkan masjid. Kegiatan yang nampaknya sepele, seperti menata karpet dan sajadah masjid, merapikan parkiran masjid, membersihkan kran wudhu, sebenarnya sangat bernilai religius dan sosial. Banyak orang akan mengeluh ketika tempat sujudnya tidak bersih, tidak wangi. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi kualitas ibadah kepada Allah SWT.

  • Membuat Database Jamaah

Database jamaah berisi hal-hal, seperti nama jamaah, alamat, nomor telepon, dan lain-lain. Database jamaah ini kita peroleh dari warga masyarakat di sekitar masjid yang berkenan namanya tercantum sebagai Jamaah Masjid tertentu. Database jamaah ini nantinya akan berfungsi sebagai alat untuk beramar ma’ruf kepada mereka. Melalui data yang ada, kita bisa melihat apa saja kebutuhan umat. Sebagai jajaran takmir tentunya kita harus memahami apa yang mereka butuhkan. Kebutuhan umat ini akan berfungsi sebagai dasar rancanan program-program kemakmuran masjid, seperti pengajian, pelayanan sosial, zakat, dan lain-lain.

Database jamaah berfungsi untuk merancang program memakmurkan masjid

Cara mudah untuk mendapatkan database adalah dengan mengadakan kegiatan seperti layanan kesehatan, misalnya. Mereka yang datang kita haruskan untuk mengisi data terlebih dahulu. Cara ini akan membuat mereka mempunyai ikatan dengan masjid, tidak hanya ikatan religius melainkan ikatan sosial yang kuat.

Itu tadi merupakan cara memakmurkan masjid sesuai sunnah. Cara-cara di atas merupakan usaha untuk menjadikan masjid sebagai episentrum kegiataan umat Islam. Sudah saatnya umat Islam kembali ke Masjid. Allahu Akbar.

4 thoughts on “Cara Memakmurkan Masjid Sesuai Sunnah, Dimulai Dari Hal-hal Sederhana

  1. Pingback: Manfaat Takmir Masjid Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Umat

  2. Pingback: Wakaf Karpet Masjid Selama Pandemi Covid 19

  3. Pingback: Jual Karpet Masjid Turki Termurah - Agen Karpet Masjid

  4. Pingback: Jual Karpet Masjid Hijau di Malang - Pusat Karpet Sajadah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *